Ikuti Cerita Selanjutnya... ^^
Kau Mempesonaku
sepenggal lagu yang aku ciptain buatmu...semoga kau menyukainya... ^^ mungkin ini baru sepenggal dari keseluruhan isi baitnya...harusnya ini aku utarakan saat aku pertama kali melihatmu dan jatuh cinta kepadamu... ^^ tapi tak mengapa, meski terlambat semoga syair dan lantunan dari lagu ini bisa memberi banyak cerita untuk kita...check this out... ^^
E G#m
saat kulihat dirimu
F#m c#m B
kau putri elok pesona hatiku
E G#m
hingga ku tersihir oleh cintamu
G F#m c#m B
ronamu terpatri erat di kalbu
A G#m
# ku tak sanggup lupakanmu
G F#m B
karnaku mencintaimu
A G#m
Reff: mau kau jadi pacarku jadi kekasihku
F#m E
yang mengerti aku saatku rapuh
A G#m
menemaniku saat ku butuhkanmu
F#m B
yang meneduhkan emosi dihatiku
Memahami Perilaku Islami
beberapa waktu lalu, ada perasaan miris melihat perilaku beberapa orang yang aku temui dibeberapa tempat. mungkin salah satu yang membuat miris adalah sebuah kejadian sewaktu aku sedang bepergian ke Plaza Semanggi beberapa waktu lalu. saat itu aku habis bertemu dengan beberapa teman kantor lama yang sudah lama ga bertemu. untuk menghemat pengeluaran ongkos, saat pulang dari sana dari pada naik taksi yang lumayan mahal (lumayan semanggi sampai tempat kosku di daerah kemanggisan bsa 25rbu-30rbu sekali jalan), aku lebih memilih menggunakan kendaraan massal yang biasa aku naiki yaitu busway (aku ga milih bus biasa karena aku ngrasa ga nyaman aja dengan bus tersebut).
saat itu aku naik busway dari shalter yang paling dekat dengan pelangi (plaza semanggi.red) yaitu shelter Bendungan hilir. seperti biasa kalau mau ke arah rumahku (bisa lebih disebut kosan) aku harus transit dulu di shelter harmoni yang menjadi sentral transit untuk ke beberapa jurusan. tanpa babibu...setelah bayar tiket aku menunggu busway tersebut, dan naek ke arah harmoni. setelah sampai di shelter harmoni, aku cari antrian yang tujuan shelter terminal lebak bulus yang melewati shelter taman anggrek tempat aku turun. karena kalau hari sabtu minggu ini yang tujuannya kesana bisa langsung naek lewat shelter harmoni itu. seperti biasa, untuk antrian jurusan itu penuh dengan antrian calon penumpang.
saat itu menang cuaca sedang lumayan panas dengan dibarengi dengan kipas angin yang disediakan oleh operator busway di pas antrianku itu mati sehingga panasnya lumayan menguras keringatku, sehingga aku harus beberapa kali menyeka keringat dan mengipas-kipaskan buku untuk mengurangi panas dan keringat. tapi ternyata keadaan bukannya semakin dingin malah semakin panas dengan lamanya bus yang kami tunggu itu. yah...aku maklum dengan kondisi itu karena memang bus untuk trayek jurusan lebak bulus itu memang agak jarang dan harus merelakan beberapa waktu untuk menunggunya.
ternyata ada seorang penumpang yang sepertinya tidak tahan dengan kondisi tersebut. orangnya cukup tinggi sehingga aku bisa melihatnya dari tempat posisiku berdiri, dia mengenakan gamis putih panjang sampai mata kaki, dengan kopyah putih seperti kopyah haji gitu dah, dengan jenggot lumayan panjang terawat. dia tidak sendirian, dia bersama istrinya yang berkerudung lumayan besar dengan dua anak yang masih kecil, sepertinya umurnya berkisar 3-4 tahun.
"hoiii...gimana si ini kenapa busnya ga dateng-dateng!" teriaknya ke petugas yang sedang berjaga disana.
saat itu ada seorang pegawai operator yang sedang ada disana dengan HT ditangannya mencoba memberikan penjelasan kenapa bus tersebut lama. tak terdengar apa yang disampaikan oleh pegawai itu tapi ternyata penjelasan yang diberikan oleh pegawai itu tidak dapat diterima oleh bapak tersebut, bapak itu mendebat penjelasan orang tersebut. mungkin bapak itu sudah terbakar emosi dengan panasnya udara saat itu dengan mungkin anaknya yang terus gelisah dan menangis.
perkataan demi perkataan yang tidak terpuji sempat mengucur dari mulut bapak itu berkali-kali (sungguh mengecewakan dan miris mendengarnya). tapi perkataan tersebut disikapi dingin oleh pegawai tersebut dengan senyum dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dari pegawai tersebut.
tak lama kemudian, bus yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga...(kaya judul reality show komedi hehehehe....), segeralah antrian tersebut dorong dorongan untuk masuk ke bus tersebut. alhamdulillah aku ikut terangkut dalam bus tersebut meski harus berdiri dan berdesakan dengan penumpang lain. tak terkecuali bapak-bapak tersebut. tapi yang aku syukuri, istri dan anak-anak bapak tersebut dapat tempat duduk.
meskipun di bus tersebut sudah dingin dengan AC yang terpasang di bus tersebut, tidak membuat hati dan emosi bapak itu surut. tak sungkan-sungkan bapak itu teriak-teriak memaki-maki petugas yang di shelter tersebut, lagi-lagi dengan perkataan yang sungguh tidak terpuji. dan finalnya saat bus sudah mulai berjalan, tanpa sungkan-sungkan bapak itu mengacungkan JARI TENGAH! astaugfirulloh.........
miris aku melihatnya...ku coba ku lihat dia dari ujung kaki sampai ujung kepala, kemudian melihat istri dan anak-anaknya. ya alloh...dalam hatiku bergejolak dan miris. seperti itukah islam mengajarkan cara bersikap yang baik? tidak! apakah tidak diajarkan dalam diri kita rasa ikhlas dan sabar?? diajarkan dunk!
mungkin aku sedikit maklum jika yang melakukannya itu aku atau orang yang berpakaian bebas yang mungkin secara kasat mata tidak ter-image keislamannya. tapi yang aku sesalkan adalah bahwa orang yang melakukannya itu adalah orang yang bergamis sampai mata kaki, mempunyai jenggot yang panjang, dan memakai kopyah putih seperti haji dengan istri yang berbalut jilbab besar.
mungkin aku masih sangat kurang pemahaman islamnya dibandingkan orang tersebut, secara dya berpakaian seperti itu. tapi insyaalloh aku tau mana yang harus dilakukan untuk menjaga martabat islam di mata orang lain. bukan sikap yang arogan, emosional dan sebagainya yang harus ditunjukkan, tapi sikap sabar, ikhlas, ramah, rendah hati dan menurunkan suara.
islam mengajarkan kita untuk bersikap ikhlas dan sabar disetiap kesempatan dalam hidup ini. setidaknya kalau belum bisa bersikap ikhlas dan sabar, lakukanlah dalam hati saja. jangan kita mengumbar hawa nafsu dan emosional tersebut ke khalayak ramai. alih-alih orang respek terhadap kita, tapi malah orang-orang menjadi illfill melihat kelakuan kita. dari situ image islam menjadi diujung tanduk dan menjadi tercemar karena beberapa oknum yang berpenampilan islam tetapi berkelakuan tidak islami. kalo kata orang sekarang malu tu ma
semoga ini bisa menjadi pembelajaran buatku dan teman-teman semua bagaimana seharusnya bersikap secara islami, dan menerapkan setiap nilai-nilai islam dalam diri kita, keluarga kita, masyarakat kita dan pergaulan kita. kalau bukan kita yang menjaga keindahan islam siapa lagi??? semoga bermanfaat. wallohualam.
Note:
maaf buat orang yang aku ceritakan dicerita ini, bukan bermaksud menggunjingkan aib orang tetapi semata-mata untuk menyadarkan dan memberi sedikit pelajaran untuk kita semua demi keindahan Islam. mohon maaf sebesar-besarnya...
Buruk rupa cermin dibelah
hm...kemarin setelah sekian lama puasa nonton televisi (maklum di kosan ga ada televisi, jadi bergaulnya ma internet, film dan game tiap harinya...) aku tergelitik oleh salah satu berita dari sebuah televisi swasta. dalam berita tersebut di tayangkan tentang bagaimana bahayanya multimedia saat ini terutama yang jadi pokok bahasannya adalah situs jejaring sosial seperti facebook. dikatakan bahwa situs jejaring sosial tersebut telah meresahkan banyak kalangan dengan adanya banyak kasus orang hilang, pencabulan (maaf agak fulgar) sampai dengan penipuan. reporternya memberikan komentar
"apakah sebaiknya situs jejaring sosial seperti facebook, twitter de el el tersebut harus dilarang penggunaannya di indonesia?"
whats?? pemikiran yang unik dan menggelitik untuk dibahas tu...
secara jujur wacana itu sebenarnya sudah menjadi rahasia umum dari beberapa waktu lalu, ga hanya sekarang aja muncul wacana tersebut. beberapa waktu lalu terjadi pro kontra atas pencekalan situs jejaring sosial tersebut di berikan cap HARAM oleh MUI. wacana itu menjadi bulan-bulanan warga masyarakat baik yang mendukung maupun yang menolak di haramkannya jejaring sosial itu.
apa jadinya jaman sekarang, saat orang sudah sangat ketergantungannya dengan jejaring sosial macam facebook, twitter, friendster, de el el...kalo kata anak jaman sekarang "bisa mati berdiri kita...wkwkwkwk....."
wacana tersebut kemudian memudar dikalangan media setelah ditimpali dengan kasus-kasus yang mencengangkan indonesia (ga disebutin coz udah terlalu banyak kasus jadinya bingung mau kasus yang mana yang di angkat hehehe...).
---------------------
waktu berganti, ternyata muncul kasus anak hilang karena berkenalan via facebook...sampai kasusnya sang pelaku melakukan hubungan badan(ck...ck...ck....sampe segitunya ya....betapa bodohnya...). setelah itu seperti biasanya media sepertinya "latah" dengan berita seperti itu dan menjadikan booming kembali wacana pelarangan facebook (mengalahkan berita bank century wkwkwkwk...). banyak celetukan dari temen-temen terdekatku dikantor yang bilang "setuju, facebook banyak mudhorotnya dari pada manfaatnya..."
coba dipikir kembali dengan kepala dingin...kadang kita terlalu terbawa dengan media, ga bersikap rasional.
aku ingin mencontohkan kita pasti tau tentang gunting, sifat dasar gunting itu adalah untuk menggunting kertas, membuat kerajinan de el el, tetapi pada suatu ketika ada yang menyalahgunakan untuk membunuh, menusuk, menakut-nakuti orang de el el...nah...apakah kalo keadaan itu di dramatisir terus gunting itu diharamkan digunakan?
kalo kita mau mencuplik sebuah pribahasa, peribahasanya itu buruk muka cermin dibelah (muup kalo salah peribahasa...) tapi intinya sama, menyalahkan alatnya bukan usernya.
mungkin juga ini dikarenakan ajaran dari ayah ibu jaman dulu waktu kita kecil (apa hubungannya dengan waktu kita kecil????). bukan su'udzon dengan ayah ibu lho... tapi dari dulu waktu kita kecil, kita pasti pernah atau sering terjatuh...ya kan? nah...kadang para orang tua itu sering bersikap biar anaknya ga nangis selalu berkata "ooo...nakal ya ubinnya bikin adik jatuh..." sambil memukul ubin tempat anaknya terjatuh... makanya sampai besar image cara seperti itu yang dibenarkan (sepertinya pendidikan yang salah....).
kesimpulannya apa dari situ?
bahwa sebenarnya yang harus kita lakukan bukan melakukan pelarangan-pelarangan yang seperti itu, tetapi bagaimana kita bisa membina anak-anak, remaja tanggung, ABG agar lebih berhati-hati dengan aplikasi-aplikasi multimedia yang ada saat ini.
para orang tua seharusnya lebih aware dengan keadaan anaknya. pola mendidik anak sepertinya harus terus diperbaharui sesuai dengan kondisi sekarang.
para orang tua harus sudah sadar teknologi untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi oleh anak-anak mereka, karena karena teknologi berkembang dengan sangat cepatnya.semua bentuk pelarangan dan kawan-kawannya tidak akan berguna banyak jika tidak ada turut serta dari keluarga untuk mendidik, mengarahkan, melindungi dan mendampingi. karena tameng atau defence yang paling kuat adalah dari keluarga itu sendiri.
semoga sekapur pemikiran ini bisa mengingatkan kita untuk terus berfikir dewasa dan menyeluruh. berfikir dingin dalam menanggapi permasalahan. meski aku belum menikah tetapi apa salahnya untuk berbagi pemikiran untuk kebaikan kita semua. semoga bermanfaat.
All About MAGELANG
hallo para blogger...ngelihat judul diatas mungkin temen-temen bertanya tanya dalam hati, di pikiran temen-temen pasti berfikir "apaan se ne? ga baget dah" ato "ga penting banget se ne judul..." bisa jadi berfikir "ah...ga bermutu banget tulisannya." ato yang laennya. tapi whatever dengan pikiran temen-temen semuanya sebenarnya aku cuma pengen berbagi informasi dengan apa yang terbesit di kepalaku ini tentang all about kota kelahiranku magelang. pikiran ini dimulai dari kemarin pagi sewaktu rehat sedikit dari rutinitasku bekerja, aku dan beberapa teman kerja ngobrol panjang lebar tentang banyak hal. salah satu yang menarik dari perbincangan itu adalah saat aku menceritakan bagaimana keindahan dan bagusnya kota kelahiranku kota magelang. panjang lebar aku sedikit membanggakan kota kelahiranku itu, seperti banyaknya peninggalan penjajah belanda yang ternyata masih bagus dan bermanfaat untuk kotaku, candi-candi peninggalan dinasti-dinasti sebelum kami yang sangat luar biasa sampai sampai (pernah) menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia, atau betapa strategisnya kotaku hingga NKRI membuat base camp pelatihan dan pembentukan para pemimpin-pemimpin negara khususnya TNI Angkatan Darat di sini.
setelah cerita selesai, terbesit di pikiranku setelah panjang lebar bercerita adalah sebenarnya asal usul nama "MAGELANG" itu dari mana se? dan gimana bisa-bisanya di namai magelang? ga ada nama keren lainya gitu? hehehe... selama ini, setelah 24 tahun (eh...ga dink karena aku yang benar-benar hidup disana cuma sampai SMA) aku dibesarkan di kota itu, jujur aku belum tau bagaimana asal usul kota kelahiranku itu... iseng-iseng aja aku coba walkbloging ke blog-blog tetangga...dan ketemu dengan beberapa artikel yang mengupas tentang asal usul magelang. dari yang base on cerita rakyat, legenda, peninggalan-peninggalan sampai pada masa jaman penjajahan.
kalau mau tau asal usul magelang yang base ceritanya dari cerita rakyat dan legenda, dapat temen lihat di link dibawah ini
cerita 1 [disini]
lanjutannya 2 [disini]
lanjutannya lagi 3 [disini]
dan lanjutan terakhirnya [disini]
trus kalau ingin mengetahuinya dari jaman jadoel di masa-masa penjajahan, kemerdekaan dan setelah kemerdekaan dapat temen lihat di link yang ini ne...
untuk kisahnya [disini]
peninggalan-peninggalannya [disini] [disini] [disini] [disini]
mau tau gambar or kejadian magelang tempo doeloe? liat [disini] [disini]
trus kalau temen-temen pengen tahu sebenarnya magelang tu luasnya berapa, batas wilayahnya berapa, kabupaten dan kotanya berapa, de el el bisa temen lihat di di link berikut
untuk Kota Magelang [disini]
sedangkan info Kabupaten Magelang [disini]
dari sekian informasi yang aku dapatkan ternyata dapat membuka informasi baru buatku untuk dapat lebih dekat dan lebih menghayati menjadi warga magelang asli *-* yang mengenal dari mana asal usul kampung halamannya. ga hanya nitip lahir, nitip sekolah, nitip makan minum dan nitip hidup disana tanpa mengerti sejarahnya begimana. meski sekarang hidup diperantauan, di kampung halaman orang lain tapi aku tetep bangga menjadi warga magelang yang ternyata sudah ada sejak beribu tahun yang lalu. dan mungkin entah kapan nantinya ingin sekali kembali kesana berkumpul, bercanda, bersua kembali dengan keluarga besarku (saudara, orang tua, istri, anak, cucu, cicit, dst...) i hope...
Kata Bijak 4
Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman, ‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’”
(Yunus bin ‘Ubaid)
Menunggu Cinta Part 1
Pagi ini serasa begitu menyegarkan, tak seperti hari-hari biasanya. Udara yang cukup segar dan terasa lebih dingin daripada biasanya. Maklum semalam hujan deras melanda Jakarta, sampai pagi ini pun masih ada setetes air hujan dari langit yang masih terlihat mendung. Tapi udara seperti ini membuatku malas sekali untuk ke sekolah.
” Cinta...bangun! Tar kamu kesiangan ke sekolahnya. Ayo bangun!” Suara mamaku memanggilku.
” iya ma... udah bangun kok dari tadi” Jawabku lemas
Aku segera keluar dari kamar dan pergi mandi. Hm...terasa cukup dingin airnya tapi cukup membangunkanku dari rasa malas untuk mandi.
Di meja makan sudah ada papa, mama dan si kecil Tika, adekku yang baru TK tapi semangatnya luar biasa kalo sekolah. Tapi aku tak menemukan abangku yang super pendiam.
” Bang Ali mana ma? Kok belum kelihatan? ”
” Tadi dia berangkat pagi-pagi abis subuh. Katanya mau ke Bandung, temennya meninggal karena kecelakaan” Jawab mamaku
” Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...temen kuliah ya ma? ”
” Bukan, temen SMA abangmu dulu ”
” Oooooo..... ” Jawabku sambil meneruskan sarapanku.
” Yuk berangkat. Tar kalian telat lagi ” Kata Papaku
Jam 07.10 aku baru sampe di sekolah. ” telat nih! ” batinku. Di jalan macet banget. Mungkin karna hujan semalam jadinya terjebak banjir dan macet. Untung satpam penjaga sekolah masih berbaik hati, jadinya masih dibukakan pintu gerbang. Aku berlari menuju kelasku. Jam pertama gurunya disiplin banget, kalo ada yang datang setelah dia di kelas pasti dapat hukuman.
” Cinta! Tungguin aku! ” teriak temenku
Aku pun menoleh ke belakang mencari suara itu, ternyata itu Ade temen sekelasku.
” Cepetan De! Tar kita dihukum kalo Bu Arni dateng duluan di kelas ” kataku sambil terus berlari.
Akhirnya sampai juga di depan kelasku. Aku dan Ade ngintip-ngintip kelas, syukurlah Bu Arni belum di dalam kelas jadi ga dapat hukuman pagi ini.
” Tumben kamu telat? ” Tanya Nita temen sebangkuku
” Huh! Iya ne..macet banget tadi, mana banjir lagi. Untung Bu Arni belum dateng ”
” Iya ne, tumben Bu Arni telat. Biasanya ontime. Kejebak banjir juga kali ya? ”
” Mungkin ” jawabku sembari tersenyum.
Bel istirahat pun berbunyi, aku dan Nita langsung ke kantin. Duduk di pojokan deket tembok dengan memesan menu yang hampir sama tiap hari. Bakso Pak Warno selalu jadi menu unggulan tiap ke kantin. Tujuan kita ke kantin selain ngisi perut, ya sambil cuci mata, siapa tau ada cowok keren yang nyantol hehehehe.
” Ta, lihat deh arah jam 12. Keren juga tu Ta ” Kata Nita sambil menyenggol-nyenggol bahuku
” Mana? Yang duduk deket Ade itu? ” tanyaku sembari meminum es teh
” Iya. Siapa ya Ta? Kayanya kakak kelas deh ”
” Oh....kalo itu se aku kenal. Namanya Ardi. Dia emang kakak kelas kita, anak XI IPA 3. sepupunya Ade tu. Kamu ga tau ya? ”
” Oya?! Kok kamu tau Ta? ” tanya Nita sambil melihat wajahku penuh heran.
” Ya tau lah...Cinta gitu loh! Hehe ”
” Serius Ta aku nanyanya. Jangan selengekan gitu dong ” Katanya sebel.
” He...BeTe ya? Hehe... Dulu Ade pernah ngenalin sepupunya itu waktu kita ketemu di mall. Dia pindahan dari Bogor. Ortunya tugas di Makassar, karna dia ga mau ikut ortunya, dia dititipin di rumah Ade trus pindah sekolah disini deh. Gitu ceritanya ”
” Oh..gitu. kok Ade ga bilang-bilang aku ya? ”kata Nita sambil terus ngliatin Ardi.
” Emang kamu siapanya Ade? Sampe harus laporan ” kataku sambil ngejitak kepala Nita.
” Ya kan sebagai teman, harus saling ngasih tau hehehe”
” Udah ah, udah ngaco omonganmu. Balik ke kelas yuk! ” Kataku sambil menggandeng tangan sahabatku itu.
Sewaktu nglewatin meja tempat Ade, aku ngrasa seperti ada yang ngliatin aku.
” Cinta! ”
Aku pun menengok dan mencari asal suara itu
” Ardi?? Ada apa? ” Tanyaku heran.
” Hm...ga papa ko. Cuma pingin ngobrol aja ma kamu ” Jawab Ardi sambil menggaruk-garuk kepalanya
” Oh...tapi kan udah bel masuk. Gimana dong? ” Kataku ambil menunjuk arah suara bel.
” Hm...iya juga sih. Gimana kalo pulang sekolah ntar, kita jalan. Bisa ga Ta? ”
” Bilang aja iya ” Bisik Nita
” Hm...sorry Di, kayanya ga bisa deh. Tar aku da acara ” Jawabku sementara Nita terus menyenggol-nyenggol badanku
” Oh...gitu ya? Trus kamu bisanya kapan dong Ta? ”
” Hm...kapan ya? ” Jawabku bingung
” Besok aja, besok kan malem minggu tu. Cinta ga da acara kok ” Kata Nita semaunya.
” Bener ni Ta ? ” tanya Ardi
Belum sempat aku menjawab Nita sudah dengan lancangnya mengiyakan dan langsung menarikku lari ke kelas.
Hari udah semakin malam, jam dinding dah nunjukin jam 11 malem. Tika udah terlelap oleh pelukan malam yang dingin. Hanya tinggal aku, mama dan papa yang masih terjaga menonton film yang baru papa beli tadi pulang kantor.
” Assalamualaikum ” Terdengar suara laki-laki dari depan pintu.
” Waalaikumsalam ” Jawab Mama sambil berjalan menuju pintu.
” Eh..Abang. Kok baru pulang? ” tanya Mama
” Iya ne ma, tadi makaminnya sore se trus macet di tol ” kata Abang Ali sambil mencium tangan Mama dan berjalan masuk.
” Trus udah makan belum ”
” Udah kok, tadi makan di rest area di tol. Udah kelaperan se ma, e...malah kena macet juga. Nonton apaan Dek pe mlongo gitu? ” Tanya abang padaku sembari mengelus kepalaku
” Au ne apaan judulnya. Yang penting seru aja he....”
” Kok pe sore se Bang makaminnya ? ” Tanya papa
” Iya, kan nunggu di otopsi dulu. Abang tidur dulu ya? Ngantuk ne ”
” Yah... si Abang, aku kan pingin nanya-nanya. Dapet cewek ga gitu disana? ” Kataku sembari tersenyum yang juga disambut ma senyuman mama ma papa.
” Ngaco kamu. Emang disana aku jalan-jalan apa ”
” Ya...sapa tau ada yang nyantol gitu hehehe ” kataku sekenanya sambil cekikikan.
” Udah ah... kamu tambah malem tambah ngaco! Tidur sana, besok telat bingung lagi. Aku tidur yak! Malem ” katanya sambil menutup pintu kamarnya.
Ach...akhirnya selese juga filmya. Cukup bagus se coz banyak tembak-tembakannya, jadi ikutan tegang selama nonton. Uh...ngantuk banget ne mata. Aku langsung pamitan ma ortuku untuk pergi tidur dan ngingetin biar ga lupa di bangunin besok. Di kamar, Tika udah nyenyak banget tidurnya. Emang se, aku sekamar ma Tika sejak dia mulai sekolah. Dia ga mau sekamar lagi ma ortu ataupun sendirian, padahal kamarnya dah ditata bagus banget ma mama.
Kenapa ya mata ini susah banget terpejam, padahal aku dah ngantuk banget. Anganku melayang ke kejadian tadi pagi, saat Ardi ngajak aku jalan besok. Aduh...gimana ya besok? Aku terus kepikiran itu dari tadi siang. Uh..kok jadi mikirin Ardi se? Aku kan baru kenal ma dia. Ngobrol aja baru sekali. Besok malah dia ngajak jalan. Hm...apa aku ajak Nita ya? Biar ga kaku gitu. Tapi kalo ngajak dia, asyik ga ya jadinya. Au ah! Ga usah dipikirin. (bersambung)